Saturday, September 3, 2016

Catatan buku ‘Al-Ashr (Al-Qur’anku keren)’

Buku: Al-'Ashr (Seri Al-Qur'anku Keren)
Karya: Bambang Q-Anees

Image result for buku kita al quranku keren al ashr
(Sumber: bukukita.com)

1. Kalau sudah mati dan dihadapkan pada Pengadilan Tinggi Akhirat, rengekan apapun tak akan digubris.
Jadi, gunakan waktu luangmu sebelum kamu merasa gemetar dan sebelum rengekanmu nggak ada yang mau dengar.

2. Waktu/umur adalah ketika kamu mendapatkannya, kamu sebenarnya kehilangan dia.

3. Islam adalah agama yang mengantarkan kita pada kesenangan.
Kesenangan bukan berarti hura-hura.
Kesenangan yang diharapkan oleh Al-Qur'an adalah kesenangan yang terus menerus.
lslam tidak mengajarkan kesenangan yang sementara.
Apa gunanya satu jam merasa senang, kemudian sengsara dua tahun?

4. LUPA DIRI itu disebabkan oleh LUPA WAKTU, dan LUPA WAKTU itu disebabkan oleh LUPA DIRI.

5. Penghitungan Waktu Hidup
Pertama , catat apa saja kegiatan sehari harimu, mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Berapa jam yang kamu butuhkan untuk menghabiskan masing masing kegiatan itu.
Kedua, hitunglah semua waktu itu dalam ukuran detik. Satu menit sama dengan 60 detik, dan satu jam sama dengan 60 menit berarti satu jam sama dengan 3600 detik. Satu hari sama dengan 24 jam bila diubah dalam bentuk detik sama dengan 86400 detik. Satu tahun itu berarti 31.536.000 detik.
Ketiga, hitunglah umurmu sendiri dalam waktu detik. Misalnya umurmu dua puluh tahun, berarti 20 tahun sama dengan 630.720.000 detik. Jumlah inilah yang sudah kamu gunakan.
Keempat, sekarang kamu hitung seluruh kegiatanmu selama 20 tahun (kira-kira begitu dalam ukuran detik. Kemudian dibagi dua: kegiatan yang menurutmu baik, dan kegiatan lain yang kamu anggap nggak baik. Bandingkan berapa banyak waktu yang telah kamu boroskan dan kamu gunakan untuk mendukung cita-citamu!

6. ‘Haasibu anfusakum qabla antuhasabu' , koreksilah dirimu sebelum orang lain yang mengoreksi.
Mengoreksi waktu adalah salah satunya, karena kalau sudah orang lain yang mengoreksi kamu akan merasa tersinggung.
Jadi kamu harus mengurus dirimu sendiri, sebab bila orang lain yang mengurus kamu, kamu pasti akan dianggap seperti boneka.

7. LAMBAT dan CEPAT-nya waktu bergantung pada apa yang kamu lakukan.
Kata Einstein, kalau kamu duduk di atas bara panas, satu menit saja sudah terasa lama.
Namun bila kamu duduk di atas kursi empuk dengan alunan musik yang kamu sukai, 3 jam terasa sebentar.
Jadi, kalau kamu ingin merasakan bahagia di dalam waktu, kamu harus melakukan sesuatu yang menyenangkan; jangan pikirkan jarum jam, tetapi fokuskan pada apa yang kamu kerjakan.

8. Pikirkan langkah berikut saja, tarikan nafas berikut, ayunan sapu berikut. Lalu yang berikutnya lagi...
Dengan cara itu, pekerjaan kita akan menyenangkan.
Itu penting, sebab kita jadi bekerja dengan baik.

9. Setiap orang harus memutus-kan sendiri apa yang hendak dilakukan dengan waktu yang dimilikinya.
Mereka juga harus mempertahankannya sendiri.
Waktu yang tidak dirasakan dengan hati akan menjadi hilang sia-sia, bagaikan warna-warna pelangi bagi orang buta dan kicauan burung bagi orang tuli.
Tapi sayangnya banyak hati yang buta dan tuli.

10. Waktu nggak bisa diputar balik, waktu terus berjalan dan tidak pernah menunggu kemalasan kita.

11. Imam Ali ra pernah berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu pada esok hari, tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok hari".

12. Kita nggak boleh mencerca waktu, karena bukan waktu yang jahat, yang nggak mau menunggui kemalasan kita.
Waktu memang ditakdirkan seperti itu, terus bergerak dan bergerak.
Perbuatan kita sendiri yang akan membuat waktu itu berisi kesempatan emas atau kesialan.
Bukan waktu yang menyebabkan kerugian, namun cara kita hiduplah yamg menyebabkannya.
Jadi pada orang yang beriman dan melakukan kesalehan, waktu tidak akan membuat kerugian.

13. Kita harus melakukan sesuatu agar waktu yang terus menggerogoti umur kita itu tidak berlalu sia-sia.
Pekerjaan yang mewakili: Iman, amal saleh, saling menasehati dalam kebaikan, dan kesabaran adalah salat.
Salat bisa menjadi penolak kerugian dalam waktu.

14. Waktu-waktu salat diletakkan saat kita sedang mengalami kelengahan atau LUPA DIRI.
Subuh: ketika sedang asyik-asyiknya tidur, udara dingin, dan mimpi indah. Kalau mengikuti keinginan, pasti kita akan terus tidur merapatkan selimut sampai kita merasa puas. Enggak akan bangun pagi. Padahal ada satu rumus prestasi: prestasi hanya akan didapat melalui perencanaan yang matang dan kesegaran tubuh yang optimal.
Zuhur: Sibuk kerja. Sibuk melaksanakan rencana-rencana, mengejar keuntungan. Kalau kita terus menerus sibuk, kita akan lupa diri dan celaka.
Asar: Baru bangun tidur siang atau baru pulang kerja. Asar adalah saat lelah dan butuh istirahat. Perasaan lelah dan keinginan untuk beristirahat membuat kita sering lengah dan nggak peduli apapun.
Maghrib: Saat mengalami perubahan alam yang dapat membuat kita kaget. Ini akan memengaruhi perasaan kita, misalnya nggak ada harapan lagi: waktu sudah habis. Maka sholat maghrib lah, laporkan kepada Allah bahwa masih ada pekerjaan yang belum selesai dan jangan biarkan maghrib itu merupakan hari terakhir.
Isya: Ketika malam telah gelap gulita. Badan terasa lelah dan penat, dan kita butuh tidur. Saat tidur, kita tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di luar diri kita. Salat Isya merupakan persiapan mengalami kematian kecil. Kamu lapor pada Allah bahwa esok masih ada rencana, dan jadikanlah tidur sebagai istirahat saja. Semua sholat adalah ibadah yang membuat kita nggak berleha-leha dan peduli terhadap waktu.

15. Ukuran kesalehan adalah ada tidaknya manfaat dari pekerjaan.

16. Sesuatu pasti ada kegunaannya.
Bila suatu benda difungsikan sesuai dengan kegunaannya, maka benda itu akan memberikan manfaat maksimal.
Contoh: Buku kamus besar misalnya, bisa aja digunakan untuk mengganjal pintu, namun enggak menghasilkan manfaat maksimal dari buku itu.
Manfaat buku itu akan maksimal dirasakan apabila dibaca dan menerapkan hasil bacaannya. Inilah hubungan antara manfaat dan kesesuaian.

17. Amal saleh berarti pekerjaan yang apabila dilakukan maka suatu kerusakan akan terhenti; kerusakan itu menjadi tidak ada.
Amal saleh bisa juga diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dengan melakukan pekerjaan itu kita memperoleh manfat dan kesesuaian.
Orang yang saleh adalah orang yang aktivitasnya terus menghasilkan manfaat bagi pihak-pihak lain.

18. Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika, yang selalu melahirkan rasa senang, harmonis dan kepada pihak-pihak lain.
Jadi bahan dasar kita memang menghasilkan kebahagiaan.
Tinggal memunculkan potensi asali itu, kita akan berbahagia dan membahagiakan orang lain.
Munculkan rasa bahagia itu, karena kita memang memiliki potensi untuk berbahagia dan membahagiakan.

19. Kalau kamu beriman pasti kamu berbahagia.
Soalnya iman adalah rasa kepercayaan yang dapat memberikan rasa aman.
Dalam rasa aman, pasti merasakan ketenangan yang membahagiakan.
Sebaliknya rasa takut membuat panik dan enggak bisa melakukan apa pun.
Jadi, beriman sendiri sudah menghasilkan kebahagiaan, melalui rasa bahagia itulah kita bisa menghasilkan amal saleh.

20. Serahkan semua yang nggak bisa kamu pikirkan, yang nggak bisa kamu duga akibatnya hanya kepada Allah, niscaya kamu akan merasa aman. Itulah gunanya iman.

21. Amal saleh adalah tindakan yang dapat memperbaiki kamu dan orang lain secara bersamaan.

22. Insan diambil juga dari akar kata 'nisyun' yang berarti lupa.
Manusia memang makhluk yang gampang lupa.
Potensi lupa ini sering muncul pada diri kita.
Melalui kegiatan saling menasihati, potensi negatif lupa dapat diatasi.
Saling menasihati, itulah makna kata 'tawashaw'.
Artinya bukan satu arah, melainkan dua arah.
Kalau satu arah saja, kita justeru akan semakin lupa diri.

23. Semua orang, semua benda-benda di langit dan bumi ini adalah ciptaan Allah.
Kalau kamu percaya bahwa Allah Maha Cerdas dan nggak mungkin serampangan dalam menciptakan sesuatu, maka pastilah semua ciptaan Allah memiliki nilai kebaikan dan kebenaran.
Kita harus menghargainya, kita harus belajar dari semua ciptaan Allah. Siapapun dia, sejelek apa pun perilakunya.
Setiap saat kita tidak pernah berhenti belajar, karena setiap saat pasti kita berada di tengah ciptaan Allah.
24. Waktu kecil kita udah dilatih untuk tidak mencela orang dengan mengamalkan 10 kata ajaib.
10 kata ajaib: 
- tolong (1 kata) 
- terima kasih (2 kata)
- aku sayang padamu (3 kata) 
- bagaimana aku bisa membantu? (4 kata)

25. Seorang Muslim adalah seorang yang dapat dipercaya dan mudah memberikan kepercayaan pada orang lain.
Seorang Muslim diajarkan untuk selalu berprasangka baik kepada siapa pun; jadi bagi orang muslim semua orang baik dan dapat dipercaya.
Kepercayaan lebih cepat daripada apa pun yang bisa kamu pikirkan, lebih cepat daripada internet.
Jika ada kepercayaan, kesalahan dapat dimaafkan dan dilupakan.
Kepercayaan adalah pengikat kehidupan.
26. Kebenaran itu tersembunyi. Kita harus mengungkapnya agar bisa dinikmati banyak orang. Agar kamu bisa menceritakan kebenaran, kamu jangan terjebak pada permukaan kulitnya aja. Kamu harus menerobos ke dalam.

27. Sabar itu adalah "menahan kehendak nafsu demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik"

28. Dengan KESABARAN, kita akan diantarkan pada bukti dari pemahaman itu. Keduanya saling terkait, KEBENARAN melahirkan KESABARAN, dan KESABARAN menghantarkan kita pada bukti KEBENARAN.

29. KEBENARAN dalam Islam adalah keselarasan ucapan atau pikiran, keyakinan, dan perbuatan.

30. Cara mengukur kebenaran:
1. Tanyakan, apakah semua uraiannya udah teruji sukses? Adakah orang yang telah sukses melakukannya, dan apakah kesuksesannya melebihi Rasulullah Muhammad? Kalau sudah, Sudah berapa abad ia teruji?
2. Tanyakan pada diri sendiri. Kalau kita mengikuti anjurannya, apakah saya akan menemukan kebahagiaan, ketenangan? Kalau pun mendapatkan ketenangan, sebeerapa lama ketenangan itu dapat bertahan?

31. Jangan berprasangka sebelum mengamati secara cermat.
Dengarkan dulu kalau ada orang yang sedang bicara, pancing dia untuk mengeluarkan seluruh pikiran dan perasaannya.
Setelah kamu paham duduk persoalannya, barulah kamu temukan KEBENARAN.
Tinggal bagaimana memberi saran.
Saran yang kamu berikan niatkan bukan atas dasar perasaan kamu lebih baik, atau lebih benar.
Saran itu harus lahir dari pikiran "saya pun mungkin bisa seperti dia, bagaimana kalau saya mengalami hal yang sama: apa yang akan saya lakukan".
Dengan cara itu kamu akan memilih kalimat yang benar-benar dari hati.
Apa yang diberikan oleh hati akan diterima oleh hati, akan menyejukkan hati.
Buatlah perbandingan, ceritakan bahwa kamu pun mengalami hal yang sama.

Thursday, September 1, 2016

Catatan buku ‘Al-Ikhlas (Al-Qur’anku keren)’

    Buku: Al-Ikhlas (Seri Al-Qur'anku Keren)
    Karya: Bambang Q-Anees

    Image result for al quran ku keren buku al ikhlas
    (Sumber foto: www.bukukita.com )

    1. Kalau sudah mati dan dihadapkan pada Pengadilan Tinggi Akhirat, rengekan apapun tak akan digubris.
    Jadi, gunakan waktu luangmu sebelum kamu merasa gemetar dan sebelum rengekanmu nggak ada yang mau dengar.

    2. Waktu/umur adalah ketika kamu mendapatkannya, kamu sebenarnya kehilangan dia.

    3. Islam adalah agama yang mengantarkan kita pada kesenangan.
    Kesenangan bukan berarti hura-hura.
    Kesenangan yang diharapkan oleh Al-Qur'an adalah kesenangan yang terus menerus. lslam tidak mengajarkan kesenangan yang sementara.
    Apa gunanya satu jam merasa senang, kemudian sengsara dua tahun?

    4. LUPA DIRI itu disebabkan oleh LUPA WAKTU, dan LUPA WAKTU itu disebabkan oleh LUPA DIRI.

    5. Penghitungan Waktu Hidup:
    1. Pertama, catat apa saja kegiatan sehari harimu, mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Berapa jam yang kamu butuhkan untuk menghabiskan masing masing kegiatan itu.
    2. Kedua, hitunglah semua waktu itu dalam ukuran detik. Satu menit sama dengan 60 detik, dan satu jam sama dengan 60 menit berarti satu jam sama dengan 3600 detik. Satu hari sama dengan 24 jam bila diubah dalam bentuk detik sama dengan 86400 detik. Satu tahun itu berarti 31.536.000 detik.
    3. Ketiga, hitunglah umurmu sendiri dalam waktu detik. Misalnya umurmu dua puluh tahun, berarti 20 tahun sama dengan 630.720.000 detik. Jumlah inilah yang sudah kamu gunakan.
    4. Keempat, sekarang kamu hitung seluruh kegiatanmu selama 20 tahun (kira-kira begitu dalam ukuran detik. Kemudian dibagi dua: kegiatan yang menurutmu baik, dan kegiatan lain yang kamu anggap nggak baik. Bandingkan berapa banyak waktu yang telah kamu boroskan dan kamu gunakan untuk mendukung cita-citamu!
    6. ‘Haasibu anfusakum qabla antuhasabu', koreksilah dirimu sebelum orang lain yang mengoreksi.
    Mengoreksi waktu adalah salah satunya, karena kalau sudah orang lain yang mengoreksi kamu akan merasa tersinggung.
    Jadi kamu harus mengurus dirimu sendiri, sebab bila orang lain yang mengurus kamu, kamu pasti akan dianggap seperti boneka.

    7. LAMBAT dan CEPAT-nya waktu bergantung pada apa yang kamu lakukan.
    Kata Einstein, kalau kamu duduk di atas bara panas, satu menit saja sudah terasa lama.
    Namun bila kamu duduk di atas kursi empuk dengan alunan musik yang kamu sukai, 3 jam terasa sebentar.
    Jadi, kalau kamu ingin merasakan bahagia di dalam waktu, kamu harus melakukan sesuatu yang menyenangkan; jangan pikirkan jarum jam, tetapi fokuskan pada apa yang kamu kerjakan.

    8. Pikirkan langkah berikut saja, tarikan nafas berikut, ayunan sapu berikut.
    Lalu yang berikutnya lagi... dengan cara itu, pekerjaan kita akan menyenangkan. Itu penting, sebab kita jadi bekerja dengan baik.

    9. Waktu nggak bisa diputar balik, waktu terus berjalan dan tidak pernah menunggu kemalasan kita.

    10. Imam Ali ra pernah berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu pada esok hari, tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok hari"

    11. Kita nggak boleh mencerca waktu, karena bukan waktu yang jahat, yang nggak mau menunggui kemalasan kita.
    Waktu memang ditakdirkan seperti itu, terus bergerak dan bergerak.
    Perbuatan kita sendiri yang akan membuat waktu itu berisi kesempatan emas atau kesialan.
    Bukan waktu yang menyebabkan kerugian, namun cara kita hiduplah yang menyebabkannya.
    Jadi pada orang yang beriman dan melakukan kesalehan, waktu tidak akan membuat kerugian.

    12. Kita harus melakukan sesuatu agar waktu yang terus menggerogoti umur kita itu tidak berlalu sia-sia.
    Pekerjaan yang mewakili: Iman, amal saleh, saling menasehati dalam kebaikan, dan kesabaran adalah salat. Salat bisa menjadi penolak kerugian dalam waktu.

    13. Waktu-waktu salat diletakkan saat kita sedang mengalami kelengahan atau LUPA DIRI.
    Subuh: ketika sedang asyik-asyiknya tidur, udara dingin, dan mimpi indah. Kalau mengikuti keinginan, pasti kita akan terus tidur merapatkan selimut sampai kita merasa puas. Enggak akan bangun pagi. Padahal ada satu rumus prestasi: prestasi hanya akan didapat melalui perencanaan yang matang dan kesegaran tubuh yang optimal.
    Zuhur: Sibuk kerja. Sibuk melaksanakan rencana-rencana, mengejar keuntungan. Kalau kita terus menerus sibuk, kita akan lupa diri dan celaka.
    Asar: Baru bangun tidur siang atau baru pulang kerja. Asar adalah saat lelah dan butuh istirahat. Perasaan lelah dan keinginan untuk beristirahat membuat kita sering lengah dan nggak peduli apapun.
    Maghrib: Saat mengalami perubahan alam yang dapat membuat kita kaget. Ini akan memengaruhi perasaan kita, misalnya nggak ada harapan lagi: waktu sudah habis. Maka sholat maghrib lah, laporkan kepada Allah bahwa masih ada pekerjaan yang belum selesai dan jangan biarkan maghrib itu merupakan hari terakhir.
    Isya: Ketika malam telah gelap gulita. Badan terasa lelah dan penat, dan kita butuh tidur. Saat tidur, kita tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di luar diri kita. Salat Isya merupakan persiapan mengalami kematian kecil. Kamu lapor pada Allah bahwa esok masih ada rencana, dan jadikanlah tidur sebagai istirahat saja.

    14. Semua sholat adalah ibadah yang membuat kita nggak berleha-leha dan peduli terhadap waktu.

    15. Ukuran kesalehan adalah ada tidaknya manfaat dari pekerjaan.

    16. Sesuatu pasti ada kegunaannya. Bila suatu benda difungsikan sesuai dengan kegunaannya, maka benda itu akan memberikan manfaat maksimal.
    Contoh: Buku kamus besar misalnya, bisa aja digunakan untuk mengganjal pintu, namun enggak menghasilkan manfaat maksimal dari buku itu. Manfaat buku itu akan maksimal dirasakan apabila dibaca dan menerapkan hasil bacaannya. Inilah hubungan antara manfaat dan kesesuaian.

    17. Amal saleh berarti pekerjaan yang apabila dilakukan maka suatu kerusakan akan terhenti; kerusakan itu menjadi tidak ada.
    Amal saleh bisa juga diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dengan melakukan pekerjaan itu kita memperoleh manfat dan kesesuaian.
    Orang yang saleh adalah orang yang aktivitasnya terus menghasilkan manfaat bagi pihak-pihak lain.

    18. Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika, yang selalu melahirkan rasa senang, harmonis dan kepada pihak-pihak lain.
    Jadi bahan dasar kita memang menghasilkan kebahagiaan.
    Tinggal memunculkan potensi asali itu, kita akan berbahagia dan membahagiakan orang lain.
    Munculkan rasa bahagia itu, karena kita memang memiliki potensi untuk berbahagia dan membahagiakan. Semua manusia begitulah seharusnya.

    19. Kalau kamu beriman pasti kamu berbahagia.
    Soalnya iman adalah rasa kepercayaan yang dapat memberikan rasa aman.
    Dalam rasa aman, pasti merasakan ketenangan yang membahagiakan.
    Sebaliknya rasa takut membuat panik dan nggak bisa melakukan apa pun.
    Jadi, beriman sendiri sudah menghasilkan kebahagiaan, melalui rasa bahagia itulah kita bisa menghasilkan amal saleh.

    20. Serahkan semua yang nggak bisa kamu pikirkan, yang nggak bisa kamu duga akibatnya hanya kepada Allah, niscaya kamu akan merasa aman.
    Itulah gunanya iman.

    21. Amal saleh adalah tindakan yang dapat memperbaiki kamu dan orang lain secara bersamaan.

    22. Insan diambil juga dari akar kata 'nisyun' yang berarti lupa.
    Manusia memang makhluk yang gampang lupa.
    Potensi lupa ini sering muncul pada diri kita.
    Melalui kegiatan saling menasihati, potensi negatif lupa dapat diatasi.
    Saling menasihati, itulah makna kata 'tawashaw'.
    Artinya bukan satu arah, melainkan dua arah.
    Kalau satu arah saja, kita justeru akan semakin lupa diri.

    23. Semua orang, semua benda-benda di langit dan bumi ini adalah ciptaan Allah.
    Kalau kamu percaya bahwa Allah Maha Cerdas dan nggak mungkin serampangan dalam menciptakan sesuatu, maka pastilah semua ciptaan Allah memiliki nilai kebaikan dan kebenaran.
    Kita harus menghargainya, kita harus belajar dari semua ciptaan Allah.
    Siapapun dia, sejelek apa pun perilakunya. Setiap saat kita tidak pernah berhenti belajar, karena setiap saat pasti kita berada di tengah ciptaan Allah.

    24. Waktu kecil kita udah dilatih untuk tidak mencela orang dengan mengamalkan 10 kata ajaib:
    • bagaimana aku bisa membantu? (4 kata)
    • tolong (1 kata)
    • terima kasih (2 kata)
    • aku sayang padamu (3 kata)
    25. Seorang Muslim adalah seorang yang dapat dipercaya dan mudah memberikan kepercayaan pada orang lain.
    Seorang Muslim diajarkan untuk selalu berprasangka baik kepada siapa pun; jadi bagi orang muslim semua orang baik dan dapat dipercaya.
    Kepercayaan lebih cepat daripada apa pun yang bisa kamu pikirkan, lebih cepat daripada internet.
    Jika ada kepercayaan, kesalahan dapat dimaafkan dan dilupakan.
    Kepercayaan adalah pengikat kehidupan.

    26. Kebenaran itu tersembunyi.
    Kita harus mengungkapnya agar bisa dinikmati banyak orang.
    Agar kamu bisa menceritakan kebenaran, kamu jangan terjebak pada permukaan kulitnya aja.
    Kamu harus menerobos ke dalam.

    27. Sabar itu adalah "menahan kehendak nafsu demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik"

    28. Dengan KESABARAN, kita akan diantarkan pada bukti dari pemahaman itu.
    Keduanya saling terkait, KEBENARAN melahirkan KESABARAN, dan KESABARAN menghantarkan kita pada bukti KEBENARAN.
    KEBENARAN dalam Islam adalah keselarasan ucapan atau pikiran, keyakinan, dan perbuatan.

    29. Cara mengukur kebenaran:
    1. Tanyakan, apakah semua uraiannya udah teruji sukses? Adakah orang yang telah sukses melakukannya, dan apakah kesuksesannya melebihi Rasulullah Muhammad? Kalau sudah, Sudah berapa abad ia teruji?
    2. Tanyakan pada diri sendiri. Kalau lita mengikuti anjurannya, apakah saya akan menemukan kebahagiaan, ketenangan? Kalau pun mendapatkan ketenangan, sebeerapa lama ketenangan itu dapat bertahan?
    30. Jangan berprasangka sebelum mengamati secara cermat.
    Dengarkan dulu kalau ada orang yang sedang bicara, pancing dia untuk mengeluarkan seluruh pikiran dan perasaannya.
    Setelah kamu paham duduk persoalannya, barulah kamu temukan KEBENARAN. Tinggal bagaimana memberi saran. Dengan cara itu kamu akan memilih kalimat yang benar-benar dari hati.
    Saran yang kamu berikan niatkan bukan atas dasar perasaan kamu lebih baik, atau lebih benar.
    Saran itu harus lahir dari pikiran "saya pun mungkin bisa seperti dia, bagaimana kalau saya mengalami hal yang sama: apa yang akan saya lakukan".
    Apa yang diberikan oleh hati akan diterima oleh hati, akan menyejukkan hati.
    Buatlah perbandingan, ceritakan bahwa kamu pun mengalami hal yang sama.

    31. Setiap orang harus memutus- kan sendiri apa yang hendak dilakukan dengan waktu yang dimilikinya.
    Mereka juga harus mempertahankannya sendiri.
    Waktu yang tidak dirasakan dengan hati akan menjadi hilang sia-sia, bagaikan warna-warna pelangi bagi orang buta dan kicauan burung bagi orang tuli.
    Tapi sayangnya banyak hati yang buta dan tuli.

    Catatan buku ‘Al-Insyirah (Al-Qur’anku keren)’

    Buku: Al- Insyirah (Seri Al-Qur'anku Keren) Karya: Bambang Q-Anees (Sumber:  bukukita.com ) Bayangan kegagalan itu racun...