Buku: Al- Insyirah (Seri Al-Qur'anku Keren)
Karya: Bambang Q-Anees

- Bayangan kegagalan itu racun yang membuat kamu meragukan kemampuanmu menyelesaikan masalah.
- Apa yang membahayakan buat dirinya, berbahaya pula bagi orang lain.
- Kalau mau sesuatu jangan cuma diucapkan, tapi juga diusahakan, dikerjakan. Mau bahagia -->jangan cepat ngeluh Mau dipercaya --> harus amanah Mau berkilau --> Meminta kritik Mau terpilih --> Belajar melayani Mau menabung --> Hemat Mau pintar --> belajar Gula ga bakalan manis kalau cuma mengeja G-U-L-A, ia baru terasa manis kalau kita menjilatnya.
- Cara menolong orang yang suka mengeluh? Ingat satu hal, gerak daun di pepohonan memberitahu kamu bahwa ada angin yang cukup besar yang menggerakkan daun itu. Keluhan adalah gerak daun yang kamu lihat. Bila kamu ingin menghentikannya, hentikanlah angin yang menggerakkan daun itu. Jadi, kalau mau menolong ia agar terbebas dari keluhannya, carilah penyebabnya. Bisa jadi ia hanya ingin didengarkan saja. Ia tak ingin masalahnya diselesaikan olehmu. Maka dengarkanlah, jadilah pendengar yang baik, usahakan dia nyaman denganmu, sehingga dia bisa memuntahkan seluruh kekesalannya padamu, itu artinya ia percaya menitipkan seluruh rahasianya padamu. Jadi jangan dibocorkan pada orang lain.
- Menolong orang dengan NIAT yang baik dan CARA yang baik. Apabila niat sudah baik, insyaAllah caranya juga baik. Cara yang baik, ditentukan oleh tepat tidaknya bantuan yang kamu berikan. Pada orang lapar, jangan sekali-kali memberi nasihat sebelum kamu memberinya makan, begitulah petuah dari Sa'di -- seorang sufi dari Persia. Maksudnya, berilah dulu kebutuhan yang paling mendesak, baru kemudian kamu beri petuah untuk menyelesaikan masalahnya. Tepat tidaknya bantuan yang kamu berikan, menentukan apakah pertolonganmu membuat ia terbebas atau bahkan terjerumus pada masalah yang lebih besar.
- Memberi begitu saja tanpa syarat, membuat ia tidak menyadari letak kesalahannya. Ia juga jadi nggak pernah jera. Itu semua karena kamu terlalu tulus, terlalu polos menolongnya. Ingatlah, apapun yang "terlalu" hasilnya akan negatif. Kalau mau menolong, menolonglah dengan cara yang tepat. Salah-salah menolong, bukannya menyelesaikan masalah, tapi justeru menjerumuskan ke masalah yang lebih besar lagi.
- IKHTIAR berasal dari kata 'khayr' yang artinya baik. IKHTIAR berarti mengusahakan kebaikan, berusaha yang terbaik. Kalau kamu mau menyelakai diri sendiri atau orang lain, itu namanya bukan IKHTIAR. Kalau kamu berniat jadi superstar namun berusaha seenak perutmu; itu juga bukan IKHTIAR. IKHTIAR bukan sekedar usaha atau asal usaha.
- 'kalau mau membunuh tikus, kenapa harus membakar lumbung' Lumbung adalah tempat penyimpanan padu, biasanya terbuat dari satu bangunan terpisah yang terbuat dari bambu. Padi biasanya diganggu oleh tikus, binatang pengerat yang merusak dan memakan padi. Petani tentu saja merasa kesal jika padi yang ia simpan habis tidak karuan. Rasa kesal, geram, dan marah pada tikus dapat membuat si petani kehabisan akal sehat. Saat itu pikirannya dipenuhi satu keinginan, "Tikus-tikus ini harus mati.. Musnah.. Sampai anak cucunya!" Mulanya satu per satu, di racun. Namun tikus dalam lumbung sangat banyak dan sulit dibasmi. Petani kesal, ia gelap mata, sampai-sampai ia membakar lumbung padi. Hasilnya cukup memuaskan, semua tikus di lumbung mati. Tapi itu usaha yang konyol. Padinya ikut terbakar dan musnah. Padahal tujuan utama membunuh tikus-tikus itu adalah demi menjaga padi. Namun kemarahan yang memuncak membuat ia terjebak pada satu tujuan singkat: tikus harus mati. Petani itu melupakan tujuan awal, tujuan utamanya: membunuh tikus. Karena ia terlalu fokus pada satu tujuan singkat, diam-diam ia telah menghancurkan semuanya. Pekerjaan seperti ini bukanlah IKHTIAR. IKHTIAR adalah melakukan sesuatu secara baik, dengan cara baik, dan dengan akibat yang baik pula. Pokoknya suatu usaha yang dipenuhi kebaikan, adalah IKHTIAR.
- 'beunang laukna, herang caina' -pepatah sunda Beunang laukna, mendapat ikan, adalah TUJUAN yang baik. Herang caina, adalah CARA yang baik. Kadangkala kita hanya terfokus pada bagaimana CARA mendapatkan HASIL yanf terbaik saja tanpa peduli pada CARA mengusahakannya. Berusaha yang terbaik adalah mengusahakan kebaikan dalam segala hal, baik dalam CARA juga dalam HASIL. Peribahasa itu berpesan agar kita tetap menjaga efek buruk dari tujuan kita. Jangan sampai hasil yang kita dapatjab, justeru menghasilkab kerusakan yang lebih besar.
- Islam memang agama yang nggak nyusahin, Islam menjanjikan pahala pada perbuatan kamu walaupun hanya perbuatan yang remeh-temeh.
No comments:
Post a Comment