Wednesday, October 19, 2016

Catatan buku ‘Al-Insyirah (Al-Qur’anku keren)’

Buku: Al- Insyirah (Seri Al-Qur'anku Keren)
Karya: Bambang Q-Anees
Image result for al insyirah al quranku keren
(Sumber: bukukita.com)

  1. Bayangan kegagalan itu racun yang membuat kamu meragukan kemampuanmu menyelesaikan masalah.
  2. Apa yang membahayakan buat dirinya, berbahaya pula bagi orang lain.
  3. Kalau mau sesuatu jangan cuma diucapkan, tapi juga diusahakan, dikerjakan. Mau bahagia -->jangan cepat ngeluh Mau dipercaya --> harus amanah Mau berkilau --> Meminta kritik Mau terpilih --> Belajar melayani Mau menabung --> Hemat Mau pintar --> belajar Gula ga bakalan manis kalau cuma mengeja G-U-L-A, ia baru terasa manis kalau kita menjilatnya.
  4. Cara menolong orang yang suka mengeluh? Ingat satu hal, gerak daun di pepohonan memberitahu kamu bahwa ada angin yang cukup besar yang menggerakkan daun itu. Keluhan adalah gerak daun yang kamu lihat. Bila kamu ingin menghentikannya, hentikanlah angin yang menggerakkan daun itu. Jadi, kalau mau menolong ia agar terbebas dari keluhannya, carilah penyebabnya. Bisa jadi ia hanya ingin didengarkan saja. Ia tak ingin masalahnya diselesaikan olehmu. Maka dengarkanlah, jadilah pendengar yang baik, usahakan dia nyaman denganmu, sehingga dia bisa memuntahkan seluruh kekesalannya padamu, itu artinya ia percaya menitipkan seluruh rahasianya padamu. Jadi jangan dibocorkan pada orang lain.
  5. Menolong orang dengan NIAT yang baik dan CARA yang baik. Apabila niat sudah baik, insyaAllah caranya juga baik. Cara yang baik, ditentukan oleh tepat tidaknya bantuan yang kamu berikan. Pada orang lapar, jangan sekali-kali memberi nasihat sebelum kamu memberinya makan, begitulah petuah dari Sa'di -- seorang sufi dari Persia. Maksudnya, berilah dulu kebutuhan yang paling mendesak, baru kemudian kamu beri petuah untuk menyelesaikan masalahnya. Tepat tidaknya bantuan yang kamu berikan, menentukan apakah pertolonganmu membuat ia terbebas atau bahkan terjerumus pada masalah yang lebih besar.
  6. Memberi begitu saja tanpa syarat, membuat ia tidak menyadari letak kesalahannya. Ia juga jadi nggak pernah jera. Itu semua karena kamu terlalu tulus, terlalu polos menolongnya. Ingatlah, apapun yang "terlalu" hasilnya akan negatif. Kalau mau menolong, menolonglah dengan cara yang tepat. Salah-salah menolong, bukannya menyelesaikan masalah, tapi justeru menjerumuskan ke masalah yang lebih besar lagi.
  7. IKHTIAR berasal dari kata 'khayr' yang artinya baik. IKHTIAR berarti mengusahakan kebaikan, berusaha yang terbaik. Kalau kamu mau menyelakai diri sendiri atau orang lain, itu namanya bukan IKHTIAR. Kalau kamu berniat jadi superstar namun berusaha seenak perutmu; itu juga bukan IKHTIAR. IKHTIAR bukan sekedar usaha atau asal usaha.
  8. 'kalau mau membunuh tikus, kenapa harus membakar lumbung' Lumbung adalah tempat penyimpanan padu, biasanya terbuat dari satu bangunan terpisah yang terbuat dari bambu. Padi biasanya diganggu oleh tikus, binatang pengerat yang merusak dan memakan padi. Petani tentu saja merasa kesal jika padi yang ia simpan habis tidak karuan. Rasa kesal, geram, dan marah pada tikus dapat membuat si petani kehabisan akal sehat. Saat itu pikirannya dipenuhi satu keinginan, "Tikus-tikus ini harus mati.. Musnah.. Sampai anak cucunya!" Mulanya satu per satu, di racun. Namun tikus dalam lumbung sangat banyak dan sulit dibasmi. Petani kesal, ia gelap mata, sampai-sampai ia membakar lumbung padi. Hasilnya cukup memuaskan, semua tikus di lumbung mati. Tapi itu usaha yang konyol. Padinya ikut terbakar dan musnah. Padahal tujuan utama membunuh tikus-tikus itu adalah demi menjaga padi. Namun kemarahan yang memuncak membuat ia terjebak pada satu tujuan singkat: tikus harus mati. Petani itu melupakan tujuan awal, tujuan utamanya: membunuh tikus. Karena ia terlalu fokus pada satu tujuan singkat, diam-diam ia telah menghancurkan semuanya. Pekerjaan seperti ini bukanlah IKHTIAR. IKHTIAR adalah melakukan sesuatu secara baik, dengan cara baik, dan dengan akibat yang baik pula. Pokoknya suatu usaha yang dipenuhi kebaikan, adalah IKHTIAR.
  9. 'beunang laukna, herang caina' -pepatah sunda Beunang laukna, mendapat ikan, adalah TUJUAN yang baik. Herang caina, adalah CARA yang baik. Kadangkala kita hanya terfokus pada bagaimana CARA mendapatkan HASIL yanf terbaik saja tanpa peduli pada CARA mengusahakannya. Berusaha yang terbaik adalah mengusahakan kebaikan dalam segala hal, baik dalam CARA juga dalam HASIL. Peribahasa itu berpesan agar kita tetap menjaga efek buruk dari tujuan kita. Jangan sampai hasil yang kita dapatjab, justeru menghasilkab kerusakan yang lebih besar.
  10. Islam memang agama yang nggak nyusahin, Islam menjanjikan pahala pada perbuatan kamu walaupun hanya perbuatan yang remeh-temeh.

Catatan buku ‘An-Nas (Al-Qur’anku keren)’

Buku: An-Nas (Seri Al-Qur'anku Keren)
Karya: Bambang Q-Anees

Image result for an nas al quranku keren
(Sumber: bukukita.com)

  1. Al-Quran itu suci, berisi kata-kata Allah. Al-Quran adalah kata-kata mutiara yang menunjukkan kasih sayang Allah pada diri kita.
  2. Kamu bisa saja membacanya tanpa berwudhu' dulu, namun yang kamu lakukan hanya mengeja huruf-hurufnya. Al-Quran bukan sekadar bacaan, kamu harus ingat, bukan sekadar bacaan biasa! Al-Quran bisa memberikan berkah bagi pembacanya. Berkah berarti "bertambahnya kebaikan" dan "bertambahnya manfaat", jadi Al-Quran bisa memberikan banyak manfaat dan kebaikan pada kamu. Berkah Al-Quran bisa kamu dapatkan bila kamu berwudhu.
  3. Berwudhu’ yang dilakukan dengan baik, merenungi kesalahan yang telah diperbuat akan membuat kamu suci. Maksudnya, dengan menyadari kesalahanmu dan berjanji akan terus memperbaikinya, saat itu kamu akan menjadi bersih dan bening seperti cermin. Kalau cermin sudah bening, ia akan bisa memantulkan gambar yang jelas dan indah. Ketika kamu membaca Al-Quran, kamu sedang berhadapan dengan surat cinta dari Allah buat kamu. Surat cinta itu akan terpantul jelas bila cermin hatimu sudah bening. Dengan cara itu kamu jadi paham apa yang diinginkan surat cinta itu. Berwudhu’ adalah cara kamu membeningkan diri agar seluruh isi Al-Quran dapat diterima dengan jelas oleh hatimu...
  4. Manusia itu untuk menangkap berkah dari Al-Quran, kita nggak perlu mengganti tubuh ini dengan tubuh yang itu. Uniknya lagi, nggak usah beli antena parabola dan decoder lalu memasangkannya ke tubuh ini. Antena parabola dan decodernya sudah ada dalam diri ini,tinggal mengaktifkannya. Hati kita adalah antena parabola yang menangkap gelombang kasih sayang Allah dalam Al-Quran, sedangkan pikiran suci atau fuad adalah deco-dernya. Hati yang bersih menjadi cermin yang me-mantulkan surat cinta dari Allah, lalu surat cinta itu diubah menjadi makna dan pemahaman tertentu oleh fuad. Nah.. Hati dan fuad itu sudah kita miliki, tinggal diaktifkan saja. Salah satu cara mengaktifkannya adalah dengan membersihkannya, membuatnya jadi suci. Berwudu adalah cara membersihkan keduanya.
  5. Bagi psikolog, kesurupan merupakan gejala gangguan jiwa yang disebut disosiasif. Disosiasif adalah kecemasan yang meluap hebat tapi ditekan sedemikian rupa oleh alam bawah sadarnya. Misalnya kamu merasa marah pada seseorang, kemudian kemarahan itu kamu tekan terus-menerus. Makin lama pikiranmu nggak bisa lagi menekan kemarahan itu. Setelah pikiranmu nggak mampu menampung kemarahan itu, maka secara nggak sadar kamu akan berteriak atau marah-marah nggak karuan. Kamu seperti bendungan yang pecah, semua isi kemarahan yang semula disimpan keluar tanpa sadar. Kamu akan marah-marah secara nggak jelas, mengamuk atau bahkan tertawa-tawa. Semuanya karena diri kamu sudah nggak sanggup lagi menahan kemarahan. Lebih dari marah, menangis, tertawa, atau meronta-ronta, kadang-kadang muncul kepribadian ganda pada dirimu. Misalnya, tiba-tiba kamu bisa menirukan suara orang tua atau anak kecil, menirukan perilaku binatang, bahkan ada yang mendadak bisa berbahasa China. Tapi kalau didengarkan serius, bahasa China yang diucapkan itu belum tentu benar. Inilah yang disebut dengan possession trans yaitu suatu perubahan keadaan kesadaran seseorang dalam bentuk pergantian identitas pribadi dengan identitas baru. Pada saat terjadi pergantian identitas ini, orang yang kesurupan memiliki perilaku yang aneh dan asing. Dan akan tampak semakin mengerikan, ketika yang kesurupan meronta-ronta atau melototkan matanya. Tapi bagaimana dengan gejala-gejala aneh seperti tiba-tiba memiliki kekuatan luar biasa, orang orang biasanya langsung menyimpulkan bahwa tenaganya itu dibantu oleh kekuatan setan dan iblis. Apakah kekuatan dahsyat itu juga dari diri seseorang, padahal kalau sedang normal orang itu sangat lemah? Memang begitulah kehebatan manusia, ada banyak kejadian yang menunjukkan bagaimana hebatnya tenaga manusia pada saat ia nggak sadar. Orang yang lari ketakutan bisa meloncati tembok 5 meter, atau ibu-ibu yang panik karena rumahnya kebakaran tanpa sadar bisa membawa kulkas. Begitupun pada saat kesurupan, kemarahan atau kekesalan yang dipendam akan membuat seseorang memiliki kekuatan yang melebihi kekuatan yang biasa dipunyainya sehari-hari. Kadang-kadang ia bertindak kasar lari-lari dan melempar orang sekitarnya, berteriak dan berbicara nggak karuan, dan dia pun mengalami xenolalia (berbicara bahasa asing yang dia nggak tahu sebelumnya). Itu hanya sementara saja sebab beberapa lama kemudian tanpa perlu dipegang keras atau dihimpit ia akan mulai berhenti. Lalu setelah siuman ia lupa semua atau sebagian kejadian baru saja dialaminya. Ia mengalami gejala amnesia. Kalau itu cuma gejala kejiwaan seseorang, kenapa bisa menular kepada orang lain? Ketika ada satu orang yang kesurupan, berarti orang itu mengalami disosiasif. Ia nggak kuat lagi menahan semua masalah hidupnya yang selama ini ia pendam. Ia berontak tanpa sadar; marah,meronta, menangis, atau mengaku sebagai embah dari abad ke sepuluh. Ia kesurupan karena ia memang memiliki masalah. Gimana dengan orang lain yang ketularan kesurupan? Apakah mereka memiliki masalah yang sama? Kenapa juga bisa menular? Ketika ada seorang kesurupan, aksi tersebut menyugesti orang lain yang secara kebetulan alam bawah sadarnya juga punya masalah. Maka jadilah histeria massal. Ini sama dengan penonton sepak bola, satu berteriak maka yang lain juga ikut-ikutan berteriak. Jadi ketika ada satu orang yang kesurupan, orang lain yang juga memendam kemarahannya dan sudah nggak tahan, seperti menemukan contoh, menemukan kesempatan untuk melakukan hal yang sama. Mulanya hanya ikut-ikutan, lama kelamaan ia terbawa arus dan bawah sadarnya yang sudah lama ingin marah-marah itu jadi muncul. Jadilah ia juga kesurupan, terus ketika ada banyak orang lain yang memiliki masalah kejiwaan yang sama maka jadilah kesurupan massal.
  6. Jiwa kita memang gampang tersugesti. Persis seperti pada saat nonton bola, satu berteriak yang lain jadi ikut-ikutan berteriak. Atau seperti pada saat kamu ikutan muhasabah, karena ustadz yang memimpin doa begitu khusyuk dan memancing kesadaran akan dosa maka ada banyak orang ikut menangis. Penularan terjadi karena memang jiwa kita ini gampang terpengaruh.
  7. Bila kamu marah, jangan tekan kemarahanmu. Salurkan saja! Ada saatnya kemarahan itu disalurkan, ada saatnya juga ditunda dahulu atau disalurkan dalam bentuk lain. Kamu nggak bisa terus-menerus menekan rasa marahmu, atau rasa sedihmu. Kalau mau menangis, menangis saja, nggak usah malu-malu. Tapi harus pada tempat dan waktu yang tepat. Kalau nggak punya kesempatan yang tepat, kamu bisa menyalurkannya dalam bentuk lain. Di Jepang, konon, para pekerja yang kesal sama bosnya akan mampir ke sebuah kafe khusus. Di kafe itu ada sebuah ruangan dengan sebuah boneka/manekin. Pengunjung bisa menempelkan wajah bosnya pada wajah boneka itu. Setelah itu, si pengunjung bisa marah-marah seenaknya, bahkan disediakan pemukul untuk memukul boneka itu sepuas-puasnya. Melalui cara ini, kemarahan para karyawan yang kesal kepada bosnya jadi tersalurkan. Kemarahannya enggak tertekan, namun disalurkan dengan cara seperti itu. Esoknya ia akan merasa lebih fresh, lebih segar. Cara efektif: tuliskanlah seluruh kemarahan kita pada buku harian. Keluarkan semua kekesalan pada halaman-halaman itu, nggak usah ragu menuliskan kata-kata paling kasar. Pokoknya tuliskan semua kekesalan sampai kamu merasa puas. Atau buatlah cerita pendek, tokohnya kamu dan orang yang kamu kesali itu. Lalu buatlah alur cerita yang menceritakan kemenangan kamu atas orang itu. Setelah selesai, bacalah cerita itu keras-keras dan tertawalah sepuas-puasnya sambil membayangkan kemalangan orang itu. Cara luar biasa: Serahkan semua pada Allah.
  8. Mulanya kerupuk segar dan renyah, lalu setelah kena kuah kerupuk jadi layu dan nggak renyah lagi. Hati juga begitu, mulanya segar dan bersemangat, namun ada kalanya ia akan menjadi lemah dan nggak bergairah. Kalau hati kita sudah nggak bergairah lagi, kita jadi nggak bisa melakukan apa pun. Bawaannya malas dan semuanya jadi buram, nggak punya harapan. Ini berbahaya, karena manusia hidup untuk melakukan sesuatu. Misalnya tugasmu adalah sekolah, pergi ke sekolah, belajar dan belajar. Kalau kamu sudah kena penyakit malas, kamu jadi diam saja atau melakukan tindakan yang nggak bener, akhirnya kamu bisa gagal UN dan putus asa.
  9. Rasa takut itu berasal dari pikiran. Pikiranmulah yang mendramatisasi apa yang kamu lihat dan apa yang kamu dengar. Misalnya, kalau suatu malam kamu mendengar suara lolongan anjing, saat itu pikirannu mengingat film-film drakula yang memang penuh dengan lolongan anjing, jadilah suara lolongan anjing yang kamu dengar saat itu sama dengan yang ada di film-film drakula. Memang begitulah cara kerja pikiran. Pikiran memberi gambaran yang berlebihan.
  10. Lawanlah rasa takutmu dengan bukti nyata, jangan biarkan bayangan ketakutan menguasaimu.
  11. Pikiran akan melakukan sesuatu berdasarkan kebiasaan. Inilah yang disebut lingkaran kenyamanan. Tidak semua pikiran kita bekerja seperti itu, pikiran yang sudah bersih dan sempurna justru bekerja untuk kemuliaan kita. Pikiran yang melempem dan sering membuat kamu gentar ini dinamakan COMMON SENSE. COMMON SENSE kita hanya bekerja berdasarkan kebiasaan. Kebenaran adalah yang telah menjadi kebiasaan. Kalau biasanya malas-malasan, common sense akan bilang pada diri kamu bahwa malas-malasan lah yang benar dan harus dilakukan. COMMON SENSE akan menolak segala upaya yang mengubah kebiasaan. Kalau ada perubahan tindakan yang baru, pikiran kita akan mengeluarkan bunyi alarm: jangan mau, jangan mau; lalu setelah itu seluruh tubuh kamu akan menyambutnya dengan menunjukkan gejala-gejala: lemes, berkunang-kunang, gemeteran, keluar keringat dingin, yang nggak jelas asal muasalnya.
  12. Pasukan membawa PELINDUNG (tameng) karena mereka sadar akan bahaya. Karena bahaya yang akan mengancam adalah besi runcing. "Pasukan itu disebut pemberani atau penakut?" "Pemberani, buktinya berangkat perang" "Kalau pemberani, kenapa mereka repot-repot pakai baju besi segala? " " oh iya, mereka penakut, mestinya mereka menyerang tanpa takut suatu apa pun" "Kalau penakut, pasti mereka nggak akan pergi perang dong?" Mereka yang berperang sebenarnya juga memiliki rasa takut, namun mereka telah memperhitungkan apa yang mereka takutkan dan bagaimana menghadapinya. Karena mereka tertusuk panah atau pedang, mereka melindungi diri dengan memakai baju besi. Dengan keyakinan bahwa baju besi itu dapat melindungi dari apa yang mereka takutkan, mereka berani maju ke medan laga. Saat ada seliweran panah, mereka berkata pada dirinya sendiri 'jangan takut, panah nggak bakal menembus baju besi kita, majulah menyerang.' Pelindung itu bergantung pada apa yang dianggap bahaya. Karena ketakutan bersumber dari pikiran, gimana cara ngusir rasa takut yang bersumber dari dalam pikiran? Untuk itulah surat An-Nas & Al-Falaq menyatakan 'katakanlah aku berlindung kepada...' pada saat itu Al-Qur'an telah memerintahkan kamu untuk berkata 'aku berlindung kepada...' saat kamu menyatakan itu sebenernya pikiran kamu sedang berkata pada dirimu sendiri untuk berlindung kepada Rabb dari bahaya. Apa cuma dengan berkata, semua ketakutan bakal hilang? Ya engga semudah itu, namun juga bukan berarti susah. Ibaratnya pasukan tentara yang sedang berbaris, pasti kamu akan melihat ada satu orang yang komandannya. Apapun yang dikatakan komandannya itu akan dituruti oleh anggota pasukan, lalu diterjemahkan dalam tindakan-tindakan tertentu. Misalnya kalau si komandan bilang hormaaat grak lalu semua pasukan akan meletakkan tangannya dengan posisi tertentu. Begitulah hubungan komandan dan pasukannya, apa yang dikatakan komandan akan dituruti pasukannya dengan tindakan tertentu. Hubungan itu terjadi pada badan kita. Kalau kesadaran menyatakan jalan, maka otomatis kakimu melangkah: kalau kesadaranmu menyatakan panas maka mulutmu akan menjerit dan meloncat-loncat.
  13. Kesadaranmu adalah komandan bagi seluruh anggota badanmu, pikiran yang menerjemahkannya, lalu badanlah yang melakukan apa yang dikatakan penerjemah. Al-Qur'an mengajarkan bahwa cara menghadapi masalah dalam pikiran adalah memberikan kesadaran baru pada diri sendiri. Misalnya dengan mengatakan pada diri sendiri aku berlindung kepada Rabb-nya manusia (Rajanya manusia,dan Ilah nya manusia) dari bahaya yang disebabkan manusia. Dengan mengatakan kata-kata ini, pikiran lalu menerjemahkannya:' jangan takut, kalau kita sudah dapat perlindungan dari Raja-nya manusia pasti seluruh masalah yang disebabkan oleh manusia akan dapat diatasi'. Mendengar itu, badan pun akan tenang: rasa takut jadi menghilang.
  14. PELINDUNG yang tepat dan kata-kata yang menenangkan hati saling berhubungan. Kalau pun kamu sudah memiliki pelindung namun bila pikiran masih ketakutan, PELINDUNG itu nggak bakal banyak gunanya. Senjata yang canggih nggak akan berguna sedikit pun di tangan orang-orang yang sudah ketakutan. Sebaliknya, kamu bisa saja berulangkali bilang pada dirimu sendiri 'jangan takut..jangan takut... ' namun bila saat itu kamu juga sadar bahwa nggak ada satu pun yang melindungimu, pastilah kamu akan semakin ketakutan. Jadi harus kedua-duanya. "Mana yang harus duluan?" Yakin dulu bahwa kamu sudah memiliki PELINDUNG yang sesuai dengan bahaya yang sedang mengancammu, setelah itu kamu bisa menenangkan dirimu. Pasukan perang zaman baheula itu bisa berani karena ia sudah yakin bahwa baju besinya akan melindung dirinya dari anak panah musuh. Saat itu pikirannya berkata: jangan takut, panah-panah itu nggak bakal menembus baju besi kita kok.. Setelah itu ia berani berperang dibarisan terdepan. Kita nggak bisa langsung mendapatkan ketenangan hanya dengan mengucapkan aku berlindung sebelum meyakini bahwa kita benar-benar dilindungi oleh pelindung kita. Jadi, sebelum menyatakan aku berlindung kepada Allah, kita harus lebih dahulu yakin bahwa Allah benar-benar memberikan perlindungan kepada kita.
  15. Ketakutanmu terjadi karena bayangan rasa sakit yang akan kamu terima. Yang menjadi sumber bahaya adalah jin dan manusia, mereka berdualah yang menyebabkan adanya 'waswasil khannas' (bisikan-bisikan negatif dari dalam hati yang membuatmu bersembunyi, membuat kamu melempem kayak kerupuk kena kuah bakso) namun manusia juga berbahaya ketika hatinya mau diperintah oleh niat jahat dari jin dan manusia itu. Jadi manusianya sih bisa jahat bisa nggak jahat, tergantung apakah dia mau menuruti bisikan jahat atau ajakan kepada kebaikan. Karena dalam diri kita ada kemungkinan ikut-ikutan jahat atau menjadi baik, makanya kita disuruh berlindung kepada Allah agar kita tidak menjadi orang jahat.
  16. Kemalasan adalah buah dari waswasil khannas. waswasil khannas adalah bisikan negatif yang membuat kamu menunda-nunda perbuatan baikmu. Jadi, dasarnya pada Al-Qur'an disebutkan bahwa pada dasarnya manusia itu baik banget, tapi ada saja pengaruh dari luar atau dari kemalasannya yang membuat dia berbuat nggak baik. Malas berarti menunda-nunda perbuatan baik, ketika kamu malas berarti kamu mengkhianati dirimu sendiri. Malas itu mengkhianati dirimu, sekaligus mengkhianati kepercayaan Allah padamu. Kalau kamu malas, segera katakan pada dirimu 'jangan-jangan saya sudah dirasuki al-khannas? Bahaya juga nih, jangan-jangan ada banyak jin yang sudah merasuki diri saya... Kalau dibiarkan saya bisa kesurupan. Jangan-jangan jin yang meniupkan al-khannas itu sudah membangun rumah didalam urat nadi saya, kalau dibiarkan bisa beranak pinak disana, dan berkuasa mengarahkan diri saya'.
  17. Aku jadi merinding ngebayangin kerajaan kemalasan sudah bertahta dalam tubuhku. Aku ingin melawannya.. Aku ingin jadi tuan rumah di tubuhku sendiri, aku nggak mau ada unsur lain yang memengaruhi aktivitasku. Tolongin aku dong, usir penjajah - penjajah itu dari dalam diri.
  18. Kalau kamu ingin mendapat perlindungan dari Allah, kamu harus menunjukkan bahwa diri kamu memang pantas dilindungi. Seorang raja hanya melindungi rakyatnya, kalau Allah adalah Raja Manusia kamu harus menunjukkan bahwa kamu adalah rakyat-Nya. Kamu harus taat pada perintah dan larangan-Nya, barulah kamu akan dilindungi. Nah... menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya disebut juga ibadah!" Beribadah adalah cara agar kita diakui sebagai hambanya Allah, yang dengan demikian kita akan dilindungi-Nya.
  19. Setiap manusia itu punya keinginan untuk MEMILIKI dan MENJADI. Pikiran mengarahkan keinginan itu: MAU MEMILIKI APA dan MAU MENJADI SIAPA. Kalau pikiran bilang kamu harus MENJADI dikagumi banyak orang dan uanglah sumber kekaguman orang lain, maka kamu pun hanya mau MEMILIKI uang banyak tanpa peduli bagaimana caranya. Jadilah kamu perampok. Kalau pikiran kamu bilang bahwa kamu harus superstar dengan lenggak lenggok memamerkan keindahan tubuhmu, kamu pun akan melakukan itu. Begitulah seterusnya, PIKIRANLAH YANG MENGARAHKAN KEINGINANMU. Keinginan dan pikiran ini bercampur dengan prinsip hidup masing-masing orang. PRINSIP HIDUP itu adalah anggapan tentang apa yang paling membahagiakan bagi seseorang. Kalau kamu menganggap bahwa yang paling membahagiakan adalah uang, maka kamu akan berusaha memiliki uang dan menjadi orang kaya. Kalau kamu menganggap bahwa yang paling membahagiakan adalah teman maka kamu akan berusaha memiliki banyak teman dan menjadi orang yang solider. Kalau kamu menganggap bahwa yang paling membahagiakan adalah membantu orang miskin, maka kamu akan berusaha MEMILIKI banyak orang yang kamu bantu dan MENJADI penderma. Namun biasanya kita ini nggak punya prinsip, sehingga MENJADI dan MEMILIKI kita, bergantung pada orang-orang di sekitar kita. Kita menjadi bayangan dari orang lain, kita ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain dan menjadi seperti orang lain. Apalagi ketika orang-orang di sekitar kita sengaja memanas manasi kita, mereka nggak sadar bahwa tindakan mereka akan memengaruhi orang lain. Misalnya, ada orang yang sering sekali menonjolkan harta mereka pada orang yang jelas-jelas nggak mampu. Bukannya bersedekah malahan mereka memancing rasa iri pada orang-orang miskin. Akhirnya orang-orang miskin ingin memiliki apa yang dimiliki orang kaya, ingin menjadi orang kaya. Kemudian apa yang terjadi? Orang-orang miskin itu akan mendendam, mungkin akan mencuri, mencelakai orang kaya, atau bahkan mendo'akan hal-hal yang negatif: mereka menjadi hasud yang mewujudkan kehasudannya.
  20. Tubuh manusia itu seperti keledainya Nasrudin. Keledai itu akan berbunyi kalau tubuhnya kecapean dan merasa lapar, dan juga malas bekerja. Makanya Al-Quran bilang jangan bersuara lebih keras dari keledai, maksudnya bersuara atau berdoa kepada Allah hanya ketika lapar dan sedang susah saja. Lagipula, keledai itu hanya mau melakukan apa yang biasa menjadi kesenangannya.

Saturday, September 3, 2016

Catatan buku ‘Al-Ashr (Al-Qur’anku keren)’

Buku: Al-'Ashr (Seri Al-Qur'anku Keren)
Karya: Bambang Q-Anees

Image result for buku kita al quranku keren al ashr
(Sumber: bukukita.com)

1. Kalau sudah mati dan dihadapkan pada Pengadilan Tinggi Akhirat, rengekan apapun tak akan digubris.
Jadi, gunakan waktu luangmu sebelum kamu merasa gemetar dan sebelum rengekanmu nggak ada yang mau dengar.

2. Waktu/umur adalah ketika kamu mendapatkannya, kamu sebenarnya kehilangan dia.

3. Islam adalah agama yang mengantarkan kita pada kesenangan.
Kesenangan bukan berarti hura-hura.
Kesenangan yang diharapkan oleh Al-Qur'an adalah kesenangan yang terus menerus.
lslam tidak mengajarkan kesenangan yang sementara.
Apa gunanya satu jam merasa senang, kemudian sengsara dua tahun?

4. LUPA DIRI itu disebabkan oleh LUPA WAKTU, dan LUPA WAKTU itu disebabkan oleh LUPA DIRI.

5. Penghitungan Waktu Hidup
Pertama , catat apa saja kegiatan sehari harimu, mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Berapa jam yang kamu butuhkan untuk menghabiskan masing masing kegiatan itu.
Kedua, hitunglah semua waktu itu dalam ukuran detik. Satu menit sama dengan 60 detik, dan satu jam sama dengan 60 menit berarti satu jam sama dengan 3600 detik. Satu hari sama dengan 24 jam bila diubah dalam bentuk detik sama dengan 86400 detik. Satu tahun itu berarti 31.536.000 detik.
Ketiga, hitunglah umurmu sendiri dalam waktu detik. Misalnya umurmu dua puluh tahun, berarti 20 tahun sama dengan 630.720.000 detik. Jumlah inilah yang sudah kamu gunakan.
Keempat, sekarang kamu hitung seluruh kegiatanmu selama 20 tahun (kira-kira begitu dalam ukuran detik. Kemudian dibagi dua: kegiatan yang menurutmu baik, dan kegiatan lain yang kamu anggap nggak baik. Bandingkan berapa banyak waktu yang telah kamu boroskan dan kamu gunakan untuk mendukung cita-citamu!

6. ‘Haasibu anfusakum qabla antuhasabu' , koreksilah dirimu sebelum orang lain yang mengoreksi.
Mengoreksi waktu adalah salah satunya, karena kalau sudah orang lain yang mengoreksi kamu akan merasa tersinggung.
Jadi kamu harus mengurus dirimu sendiri, sebab bila orang lain yang mengurus kamu, kamu pasti akan dianggap seperti boneka.

7. LAMBAT dan CEPAT-nya waktu bergantung pada apa yang kamu lakukan.
Kata Einstein, kalau kamu duduk di atas bara panas, satu menit saja sudah terasa lama.
Namun bila kamu duduk di atas kursi empuk dengan alunan musik yang kamu sukai, 3 jam terasa sebentar.
Jadi, kalau kamu ingin merasakan bahagia di dalam waktu, kamu harus melakukan sesuatu yang menyenangkan; jangan pikirkan jarum jam, tetapi fokuskan pada apa yang kamu kerjakan.

8. Pikirkan langkah berikut saja, tarikan nafas berikut, ayunan sapu berikut. Lalu yang berikutnya lagi...
Dengan cara itu, pekerjaan kita akan menyenangkan.
Itu penting, sebab kita jadi bekerja dengan baik.

9. Setiap orang harus memutus-kan sendiri apa yang hendak dilakukan dengan waktu yang dimilikinya.
Mereka juga harus mempertahankannya sendiri.
Waktu yang tidak dirasakan dengan hati akan menjadi hilang sia-sia, bagaikan warna-warna pelangi bagi orang buta dan kicauan burung bagi orang tuli.
Tapi sayangnya banyak hati yang buta dan tuli.

10. Waktu nggak bisa diputar balik, waktu terus berjalan dan tidak pernah menunggu kemalasan kita.

11. Imam Ali ra pernah berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu pada esok hari, tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok hari".

12. Kita nggak boleh mencerca waktu, karena bukan waktu yang jahat, yang nggak mau menunggui kemalasan kita.
Waktu memang ditakdirkan seperti itu, terus bergerak dan bergerak.
Perbuatan kita sendiri yang akan membuat waktu itu berisi kesempatan emas atau kesialan.
Bukan waktu yang menyebabkan kerugian, namun cara kita hiduplah yamg menyebabkannya.
Jadi pada orang yang beriman dan melakukan kesalehan, waktu tidak akan membuat kerugian.

13. Kita harus melakukan sesuatu agar waktu yang terus menggerogoti umur kita itu tidak berlalu sia-sia.
Pekerjaan yang mewakili: Iman, amal saleh, saling menasehati dalam kebaikan, dan kesabaran adalah salat.
Salat bisa menjadi penolak kerugian dalam waktu.

14. Waktu-waktu salat diletakkan saat kita sedang mengalami kelengahan atau LUPA DIRI.
Subuh: ketika sedang asyik-asyiknya tidur, udara dingin, dan mimpi indah. Kalau mengikuti keinginan, pasti kita akan terus tidur merapatkan selimut sampai kita merasa puas. Enggak akan bangun pagi. Padahal ada satu rumus prestasi: prestasi hanya akan didapat melalui perencanaan yang matang dan kesegaran tubuh yang optimal.
Zuhur: Sibuk kerja. Sibuk melaksanakan rencana-rencana, mengejar keuntungan. Kalau kita terus menerus sibuk, kita akan lupa diri dan celaka.
Asar: Baru bangun tidur siang atau baru pulang kerja. Asar adalah saat lelah dan butuh istirahat. Perasaan lelah dan keinginan untuk beristirahat membuat kita sering lengah dan nggak peduli apapun.
Maghrib: Saat mengalami perubahan alam yang dapat membuat kita kaget. Ini akan memengaruhi perasaan kita, misalnya nggak ada harapan lagi: waktu sudah habis. Maka sholat maghrib lah, laporkan kepada Allah bahwa masih ada pekerjaan yang belum selesai dan jangan biarkan maghrib itu merupakan hari terakhir.
Isya: Ketika malam telah gelap gulita. Badan terasa lelah dan penat, dan kita butuh tidur. Saat tidur, kita tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di luar diri kita. Salat Isya merupakan persiapan mengalami kematian kecil. Kamu lapor pada Allah bahwa esok masih ada rencana, dan jadikanlah tidur sebagai istirahat saja. Semua sholat adalah ibadah yang membuat kita nggak berleha-leha dan peduli terhadap waktu.

15. Ukuran kesalehan adalah ada tidaknya manfaat dari pekerjaan.

16. Sesuatu pasti ada kegunaannya.
Bila suatu benda difungsikan sesuai dengan kegunaannya, maka benda itu akan memberikan manfaat maksimal.
Contoh: Buku kamus besar misalnya, bisa aja digunakan untuk mengganjal pintu, namun enggak menghasilkan manfaat maksimal dari buku itu.
Manfaat buku itu akan maksimal dirasakan apabila dibaca dan menerapkan hasil bacaannya. Inilah hubungan antara manfaat dan kesesuaian.

17. Amal saleh berarti pekerjaan yang apabila dilakukan maka suatu kerusakan akan terhenti; kerusakan itu menjadi tidak ada.
Amal saleh bisa juga diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dengan melakukan pekerjaan itu kita memperoleh manfat dan kesesuaian.
Orang yang saleh adalah orang yang aktivitasnya terus menghasilkan manfaat bagi pihak-pihak lain.

18. Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika, yang selalu melahirkan rasa senang, harmonis dan kepada pihak-pihak lain.
Jadi bahan dasar kita memang menghasilkan kebahagiaan.
Tinggal memunculkan potensi asali itu, kita akan berbahagia dan membahagiakan orang lain.
Munculkan rasa bahagia itu, karena kita memang memiliki potensi untuk berbahagia dan membahagiakan.

19. Kalau kamu beriman pasti kamu berbahagia.
Soalnya iman adalah rasa kepercayaan yang dapat memberikan rasa aman.
Dalam rasa aman, pasti merasakan ketenangan yang membahagiakan.
Sebaliknya rasa takut membuat panik dan enggak bisa melakukan apa pun.
Jadi, beriman sendiri sudah menghasilkan kebahagiaan, melalui rasa bahagia itulah kita bisa menghasilkan amal saleh.

20. Serahkan semua yang nggak bisa kamu pikirkan, yang nggak bisa kamu duga akibatnya hanya kepada Allah, niscaya kamu akan merasa aman. Itulah gunanya iman.

21. Amal saleh adalah tindakan yang dapat memperbaiki kamu dan orang lain secara bersamaan.

22. Insan diambil juga dari akar kata 'nisyun' yang berarti lupa.
Manusia memang makhluk yang gampang lupa.
Potensi lupa ini sering muncul pada diri kita.
Melalui kegiatan saling menasihati, potensi negatif lupa dapat diatasi.
Saling menasihati, itulah makna kata 'tawashaw'.
Artinya bukan satu arah, melainkan dua arah.
Kalau satu arah saja, kita justeru akan semakin lupa diri.

23. Semua orang, semua benda-benda di langit dan bumi ini adalah ciptaan Allah.
Kalau kamu percaya bahwa Allah Maha Cerdas dan nggak mungkin serampangan dalam menciptakan sesuatu, maka pastilah semua ciptaan Allah memiliki nilai kebaikan dan kebenaran.
Kita harus menghargainya, kita harus belajar dari semua ciptaan Allah. Siapapun dia, sejelek apa pun perilakunya.
Setiap saat kita tidak pernah berhenti belajar, karena setiap saat pasti kita berada di tengah ciptaan Allah.
24. Waktu kecil kita udah dilatih untuk tidak mencela orang dengan mengamalkan 10 kata ajaib.
10 kata ajaib: 
- tolong (1 kata) 
- terima kasih (2 kata)
- aku sayang padamu (3 kata) 
- bagaimana aku bisa membantu? (4 kata)

25. Seorang Muslim adalah seorang yang dapat dipercaya dan mudah memberikan kepercayaan pada orang lain.
Seorang Muslim diajarkan untuk selalu berprasangka baik kepada siapa pun; jadi bagi orang muslim semua orang baik dan dapat dipercaya.
Kepercayaan lebih cepat daripada apa pun yang bisa kamu pikirkan, lebih cepat daripada internet.
Jika ada kepercayaan, kesalahan dapat dimaafkan dan dilupakan.
Kepercayaan adalah pengikat kehidupan.
26. Kebenaran itu tersembunyi. Kita harus mengungkapnya agar bisa dinikmati banyak orang. Agar kamu bisa menceritakan kebenaran, kamu jangan terjebak pada permukaan kulitnya aja. Kamu harus menerobos ke dalam.

27. Sabar itu adalah "menahan kehendak nafsu demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik"

28. Dengan KESABARAN, kita akan diantarkan pada bukti dari pemahaman itu. Keduanya saling terkait, KEBENARAN melahirkan KESABARAN, dan KESABARAN menghantarkan kita pada bukti KEBENARAN.

29. KEBENARAN dalam Islam adalah keselarasan ucapan atau pikiran, keyakinan, dan perbuatan.

30. Cara mengukur kebenaran:
1. Tanyakan, apakah semua uraiannya udah teruji sukses? Adakah orang yang telah sukses melakukannya, dan apakah kesuksesannya melebihi Rasulullah Muhammad? Kalau sudah, Sudah berapa abad ia teruji?
2. Tanyakan pada diri sendiri. Kalau kita mengikuti anjurannya, apakah saya akan menemukan kebahagiaan, ketenangan? Kalau pun mendapatkan ketenangan, sebeerapa lama ketenangan itu dapat bertahan?

31. Jangan berprasangka sebelum mengamati secara cermat.
Dengarkan dulu kalau ada orang yang sedang bicara, pancing dia untuk mengeluarkan seluruh pikiran dan perasaannya.
Setelah kamu paham duduk persoalannya, barulah kamu temukan KEBENARAN.
Tinggal bagaimana memberi saran.
Saran yang kamu berikan niatkan bukan atas dasar perasaan kamu lebih baik, atau lebih benar.
Saran itu harus lahir dari pikiran "saya pun mungkin bisa seperti dia, bagaimana kalau saya mengalami hal yang sama: apa yang akan saya lakukan".
Dengan cara itu kamu akan memilih kalimat yang benar-benar dari hati.
Apa yang diberikan oleh hati akan diterima oleh hati, akan menyejukkan hati.
Buatlah perbandingan, ceritakan bahwa kamu pun mengalami hal yang sama.

Thursday, September 1, 2016

Catatan buku ‘Al-Ikhlas (Al-Qur’anku keren)’

    Buku: Al-Ikhlas (Seri Al-Qur'anku Keren)
    Karya: Bambang Q-Anees

    Image result for al quran ku keren buku al ikhlas
    (Sumber foto: www.bukukita.com )

    1. Kalau sudah mati dan dihadapkan pada Pengadilan Tinggi Akhirat, rengekan apapun tak akan digubris.
    Jadi, gunakan waktu luangmu sebelum kamu merasa gemetar dan sebelum rengekanmu nggak ada yang mau dengar.

    2. Waktu/umur adalah ketika kamu mendapatkannya, kamu sebenarnya kehilangan dia.

    3. Islam adalah agama yang mengantarkan kita pada kesenangan.
    Kesenangan bukan berarti hura-hura.
    Kesenangan yang diharapkan oleh Al-Qur'an adalah kesenangan yang terus menerus. lslam tidak mengajarkan kesenangan yang sementara.
    Apa gunanya satu jam merasa senang, kemudian sengsara dua tahun?

    4. LUPA DIRI itu disebabkan oleh LUPA WAKTU, dan LUPA WAKTU itu disebabkan oleh LUPA DIRI.

    5. Penghitungan Waktu Hidup:
    1. Pertama, catat apa saja kegiatan sehari harimu, mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Berapa jam yang kamu butuhkan untuk menghabiskan masing masing kegiatan itu.
    2. Kedua, hitunglah semua waktu itu dalam ukuran detik. Satu menit sama dengan 60 detik, dan satu jam sama dengan 60 menit berarti satu jam sama dengan 3600 detik. Satu hari sama dengan 24 jam bila diubah dalam bentuk detik sama dengan 86400 detik. Satu tahun itu berarti 31.536.000 detik.
    3. Ketiga, hitunglah umurmu sendiri dalam waktu detik. Misalnya umurmu dua puluh tahun, berarti 20 tahun sama dengan 630.720.000 detik. Jumlah inilah yang sudah kamu gunakan.
    4. Keempat, sekarang kamu hitung seluruh kegiatanmu selama 20 tahun (kira-kira begitu dalam ukuran detik. Kemudian dibagi dua: kegiatan yang menurutmu baik, dan kegiatan lain yang kamu anggap nggak baik. Bandingkan berapa banyak waktu yang telah kamu boroskan dan kamu gunakan untuk mendukung cita-citamu!
    6. ‘Haasibu anfusakum qabla antuhasabu', koreksilah dirimu sebelum orang lain yang mengoreksi.
    Mengoreksi waktu adalah salah satunya, karena kalau sudah orang lain yang mengoreksi kamu akan merasa tersinggung.
    Jadi kamu harus mengurus dirimu sendiri, sebab bila orang lain yang mengurus kamu, kamu pasti akan dianggap seperti boneka.

    7. LAMBAT dan CEPAT-nya waktu bergantung pada apa yang kamu lakukan.
    Kata Einstein, kalau kamu duduk di atas bara panas, satu menit saja sudah terasa lama.
    Namun bila kamu duduk di atas kursi empuk dengan alunan musik yang kamu sukai, 3 jam terasa sebentar.
    Jadi, kalau kamu ingin merasakan bahagia di dalam waktu, kamu harus melakukan sesuatu yang menyenangkan; jangan pikirkan jarum jam, tetapi fokuskan pada apa yang kamu kerjakan.

    8. Pikirkan langkah berikut saja, tarikan nafas berikut, ayunan sapu berikut.
    Lalu yang berikutnya lagi... dengan cara itu, pekerjaan kita akan menyenangkan. Itu penting, sebab kita jadi bekerja dengan baik.

    9. Waktu nggak bisa diputar balik, waktu terus berjalan dan tidak pernah menunggu kemalasan kita.

    10. Imam Ali ra pernah berkata: “Rezeki yang tidak diperoleh hari ini masih dapat diharapkan lebih dari itu pada esok hari, tetapi waktu yang berlalu hari ini tidak mungkin dapat diharapkan kembali esok hari"

    11. Kita nggak boleh mencerca waktu, karena bukan waktu yang jahat, yang nggak mau menunggui kemalasan kita.
    Waktu memang ditakdirkan seperti itu, terus bergerak dan bergerak.
    Perbuatan kita sendiri yang akan membuat waktu itu berisi kesempatan emas atau kesialan.
    Bukan waktu yang menyebabkan kerugian, namun cara kita hiduplah yang menyebabkannya.
    Jadi pada orang yang beriman dan melakukan kesalehan, waktu tidak akan membuat kerugian.

    12. Kita harus melakukan sesuatu agar waktu yang terus menggerogoti umur kita itu tidak berlalu sia-sia.
    Pekerjaan yang mewakili: Iman, amal saleh, saling menasehati dalam kebaikan, dan kesabaran adalah salat. Salat bisa menjadi penolak kerugian dalam waktu.

    13. Waktu-waktu salat diletakkan saat kita sedang mengalami kelengahan atau LUPA DIRI.
    Subuh: ketika sedang asyik-asyiknya tidur, udara dingin, dan mimpi indah. Kalau mengikuti keinginan, pasti kita akan terus tidur merapatkan selimut sampai kita merasa puas. Enggak akan bangun pagi. Padahal ada satu rumus prestasi: prestasi hanya akan didapat melalui perencanaan yang matang dan kesegaran tubuh yang optimal.
    Zuhur: Sibuk kerja. Sibuk melaksanakan rencana-rencana, mengejar keuntungan. Kalau kita terus menerus sibuk, kita akan lupa diri dan celaka.
    Asar: Baru bangun tidur siang atau baru pulang kerja. Asar adalah saat lelah dan butuh istirahat. Perasaan lelah dan keinginan untuk beristirahat membuat kita sering lengah dan nggak peduli apapun.
    Maghrib: Saat mengalami perubahan alam yang dapat membuat kita kaget. Ini akan memengaruhi perasaan kita, misalnya nggak ada harapan lagi: waktu sudah habis. Maka sholat maghrib lah, laporkan kepada Allah bahwa masih ada pekerjaan yang belum selesai dan jangan biarkan maghrib itu merupakan hari terakhir.
    Isya: Ketika malam telah gelap gulita. Badan terasa lelah dan penat, dan kita butuh tidur. Saat tidur, kita tidak peduli dengan apa pun yang terjadi di luar diri kita. Salat Isya merupakan persiapan mengalami kematian kecil. Kamu lapor pada Allah bahwa esok masih ada rencana, dan jadikanlah tidur sebagai istirahat saja.

    14. Semua sholat adalah ibadah yang membuat kita nggak berleha-leha dan peduli terhadap waktu.

    15. Ukuran kesalehan adalah ada tidaknya manfaat dari pekerjaan.

    16. Sesuatu pasti ada kegunaannya. Bila suatu benda difungsikan sesuai dengan kegunaannya, maka benda itu akan memberikan manfaat maksimal.
    Contoh: Buku kamus besar misalnya, bisa aja digunakan untuk mengganjal pintu, namun enggak menghasilkan manfaat maksimal dari buku itu. Manfaat buku itu akan maksimal dirasakan apabila dibaca dan menerapkan hasil bacaannya. Inilah hubungan antara manfaat dan kesesuaian.

    17. Amal saleh berarti pekerjaan yang apabila dilakukan maka suatu kerusakan akan terhenti; kerusakan itu menjadi tidak ada.
    Amal saleh bisa juga diartikan sebagai suatu pekerjaan yang dengan melakukan pekerjaan itu kita memperoleh manfat dan kesesuaian.
    Orang yang saleh adalah orang yang aktivitasnya terus menghasilkan manfaat bagi pihak-pihak lain.

    18. Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan dinamika, yang selalu melahirkan rasa senang, harmonis dan kepada pihak-pihak lain.
    Jadi bahan dasar kita memang menghasilkan kebahagiaan.
    Tinggal memunculkan potensi asali itu, kita akan berbahagia dan membahagiakan orang lain.
    Munculkan rasa bahagia itu, karena kita memang memiliki potensi untuk berbahagia dan membahagiakan. Semua manusia begitulah seharusnya.

    19. Kalau kamu beriman pasti kamu berbahagia.
    Soalnya iman adalah rasa kepercayaan yang dapat memberikan rasa aman.
    Dalam rasa aman, pasti merasakan ketenangan yang membahagiakan.
    Sebaliknya rasa takut membuat panik dan nggak bisa melakukan apa pun.
    Jadi, beriman sendiri sudah menghasilkan kebahagiaan, melalui rasa bahagia itulah kita bisa menghasilkan amal saleh.

    20. Serahkan semua yang nggak bisa kamu pikirkan, yang nggak bisa kamu duga akibatnya hanya kepada Allah, niscaya kamu akan merasa aman.
    Itulah gunanya iman.

    21. Amal saleh adalah tindakan yang dapat memperbaiki kamu dan orang lain secara bersamaan.

    22. Insan diambil juga dari akar kata 'nisyun' yang berarti lupa.
    Manusia memang makhluk yang gampang lupa.
    Potensi lupa ini sering muncul pada diri kita.
    Melalui kegiatan saling menasihati, potensi negatif lupa dapat diatasi.
    Saling menasihati, itulah makna kata 'tawashaw'.
    Artinya bukan satu arah, melainkan dua arah.
    Kalau satu arah saja, kita justeru akan semakin lupa diri.

    23. Semua orang, semua benda-benda di langit dan bumi ini adalah ciptaan Allah.
    Kalau kamu percaya bahwa Allah Maha Cerdas dan nggak mungkin serampangan dalam menciptakan sesuatu, maka pastilah semua ciptaan Allah memiliki nilai kebaikan dan kebenaran.
    Kita harus menghargainya, kita harus belajar dari semua ciptaan Allah.
    Siapapun dia, sejelek apa pun perilakunya. Setiap saat kita tidak pernah berhenti belajar, karena setiap saat pasti kita berada di tengah ciptaan Allah.

    24. Waktu kecil kita udah dilatih untuk tidak mencela orang dengan mengamalkan 10 kata ajaib:
    • bagaimana aku bisa membantu? (4 kata)
    • tolong (1 kata)
    • terima kasih (2 kata)
    • aku sayang padamu (3 kata)
    25. Seorang Muslim adalah seorang yang dapat dipercaya dan mudah memberikan kepercayaan pada orang lain.
    Seorang Muslim diajarkan untuk selalu berprasangka baik kepada siapa pun; jadi bagi orang muslim semua orang baik dan dapat dipercaya.
    Kepercayaan lebih cepat daripada apa pun yang bisa kamu pikirkan, lebih cepat daripada internet.
    Jika ada kepercayaan, kesalahan dapat dimaafkan dan dilupakan.
    Kepercayaan adalah pengikat kehidupan.

    26. Kebenaran itu tersembunyi.
    Kita harus mengungkapnya agar bisa dinikmati banyak orang.
    Agar kamu bisa menceritakan kebenaran, kamu jangan terjebak pada permukaan kulitnya aja.
    Kamu harus menerobos ke dalam.

    27. Sabar itu adalah "menahan kehendak nafsu demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik"

    28. Dengan KESABARAN, kita akan diantarkan pada bukti dari pemahaman itu.
    Keduanya saling terkait, KEBENARAN melahirkan KESABARAN, dan KESABARAN menghantarkan kita pada bukti KEBENARAN.
    KEBENARAN dalam Islam adalah keselarasan ucapan atau pikiran, keyakinan, dan perbuatan.

    29. Cara mengukur kebenaran:
    1. Tanyakan, apakah semua uraiannya udah teruji sukses? Adakah orang yang telah sukses melakukannya, dan apakah kesuksesannya melebihi Rasulullah Muhammad? Kalau sudah, Sudah berapa abad ia teruji?
    2. Tanyakan pada diri sendiri. Kalau lita mengikuti anjurannya, apakah saya akan menemukan kebahagiaan, ketenangan? Kalau pun mendapatkan ketenangan, sebeerapa lama ketenangan itu dapat bertahan?
    30. Jangan berprasangka sebelum mengamati secara cermat.
    Dengarkan dulu kalau ada orang yang sedang bicara, pancing dia untuk mengeluarkan seluruh pikiran dan perasaannya.
    Setelah kamu paham duduk persoalannya, barulah kamu temukan KEBENARAN. Tinggal bagaimana memberi saran. Dengan cara itu kamu akan memilih kalimat yang benar-benar dari hati.
    Saran yang kamu berikan niatkan bukan atas dasar perasaan kamu lebih baik, atau lebih benar.
    Saran itu harus lahir dari pikiran "saya pun mungkin bisa seperti dia, bagaimana kalau saya mengalami hal yang sama: apa yang akan saya lakukan".
    Apa yang diberikan oleh hati akan diterima oleh hati, akan menyejukkan hati.
    Buatlah perbandingan, ceritakan bahwa kamu pun mengalami hal yang sama.

    31. Setiap orang harus memutus- kan sendiri apa yang hendak dilakukan dengan waktu yang dimilikinya.
    Mereka juga harus mempertahankannya sendiri.
    Waktu yang tidak dirasakan dengan hati akan menjadi hilang sia-sia, bagaikan warna-warna pelangi bagi orang buta dan kicauan burung bagi orang tuli.
    Tapi sayangnya banyak hati yang buta dan tuli.

    Catatan buku ‘Al-Insyirah (Al-Qur’anku keren)’

    Buku: Al- Insyirah (Seri Al-Qur'anku Keren) Karya: Bambang Q-Anees (Sumber:  bukukita.com ) Bayangan kegagalan itu racun...